Budidaya Maskoki

06/08/03 – Informasi: Teknologi
Budidaya Maskoki

Dari sederetan jenis-jenis ikan hias yang beredar di Indonesia Maskoki adalah yang paling dominan. Hal tersebut mengingat beberapa kelebihan yaitu harganya yang relatif murah, bentuk siripnya yang indah melambai-lambai, kepalanya menyerupai singa, tubuhnya yang dilapisi aneka warna dengan gerakannya yang semampai telah menciptakan pesona tersendiri.

Maskoki (Carrasius carrasius var auratus) aslinya berasal dari negeri Cina. Kini telah tersebar di Indonesia, menghiasi setiap rumah yang mendambakan kesejukan dan kedamaian. Tanda-tanda ikan betina yang sudah matang yaitu bagian perut agak membengkak dan bentuk dubur besar dan bulat. Sedangkan untuk ikan jantan terdapat benjolan kecil berwarna putih pada tutup insang atau kadang-kadang pada jari-jari pertama sirip dada serta bentuk dubur oval dan kecil.

Kolam lnduk :

  • lnduk jantan dan betina yang telah berumur 2-4 tahun ditempatkan secara terpisah dalam bak yang cukup mendapat sinar matahari.
  • Ukuran bak 2 x 2 x 0,6 meter yang dilengkapi saluran pengeluaran air.
  • Air berasal dari air tanah yang telah diendapkan atau ledeng yang kaporitnya telah dinetralisasi. Hindarkan menggunakan air sungai atau air selokan yang sering mengandung bibit penyakit.
  • Untuk menghilangkan kadar kaporit pada air ledeng, tambahkan 1 sendok makan sodium theosulfat per 200 liter air.
  • Beri pakan alami cacing rambut atau pakan buatan dengan kadar protein minimal 15%.

Pemijahan :

  • Bak pemijahan dijemur sampai dasamya kering.
  • Masukkan air setinggi 25 cm. Jalankan aerator dan pasang termostat untuk mengendalikan suhu air.
  • Masukkan ke kakaban atau tanaman air yang mengapung sebanyak 1/3 luas permukaan.
  • Upayakan suhu air 23-27° C, pH 7,2 – 7,5, O2 terlarut 5 ppm kesadahan 1 air 50-200 dH (1 dH = 7,1 ppm).
  • Menjelang magrib, pasangan mas koki di masukkan ke dalam bak dengan perbandingan betina : jantan
    = 1:3.
  • lkan akan kawin pada malam hari menjelang subuh.
  • Esok harinya akan terlihat telur-telur dengan diameter 0,7 -1,5 mm menempel di kakaban.
  • Hindarkan telur-telur dari curahan air hujan atau sengatan matahari langsung.
  • Biarkan telur sampai menetas.
  • I nduk -induk ikan diambil dan ditempatkan di kolam induk kembali.
  • Tingkatkan aerasi dalam bak pemijahan.
  • Sebagian air diganti dengan cara menyipon.
  • Untuk menghindari tumbuhnya jamur, teteskan Malachit Green 1 ppm (1 mg untuk 1000 liter air). Setelah 15 menit air dibuang dan diganti dengan air yang baru.
  • T elur akan menetas dalam waktu 2 hari pada suhu 27°C menjadi larva dengan ukuran 5 mm.
  • Setelah berumur 2-3 hari berikan makanan berupa jasad renik (moina, dapnia, infusria, rotifera), cacing rambut atau makanan buatan.
  • Lakukan seleksi setelah berumur 2 minggu, 3 minggu dan 2-3 buian.
  • lkan-ikan yang harus dibuang adalah yang ekornya seperti karper atau tidak punya sirip ekor, siripnya rusak atau warnanya kurang indah.

Pemeliharaan di akuarium :

  • Ukuran akuarium yang ideal untuk rumah tangga adalah 90 x 30 x 38 cm.
  • Maskoki berkembang biak pada temperatur tropis, tapi warna yang paling cemerlang pada temperatur 18-21° C (daerah sub tropis).
  • PH air diusahakan 6,5 – 7
  • Hindarkan pH 8 atau lebih karena membuat warnanya menjadi pucat
  • Bubuhkan pembunuh spora lumut, seperti Physan
  • Berikan makan cukup sehari sekali dengan pakan alami atau pakan buatan. Kandungan vitamin A dalam pakan harus cukup untuk mencemerlangkan warna
  • Gunakan lampu neon 10 watt untuk akuarium dengan panjang 30 cm, dan 20 watt untuk yang 60 cm. Jangan menggunakan lampu pijar karena dapat menaikkan suhu air
  • Lampu dinyalakan cukup 10 – 15 jam sehari
  • Gunakan aerator untuk supply oksigen, perputaran air, menguapkan gas-gas beracun, menetralkan suhu dan memperindah pemandangan
  • Ganti air seminggu sekali sebanyak 1/4 – 1/3 bagian dengan cara menyipon.
  • Gunakan filter untuk membersihkan kotoran yang melayang dalam air
  • Untuk menghilangkan kotoran yang menempel di kaca seperti lumut, gunakan penghapus bermagnet
  • Pilihlah Maskoki yang ukurannya seragam dan jangan dicampur ikan lain yang “nakal”
  • Berikan tanaman air Sagitaria natans, Vallisneria spiralis, Eleocharis acicularis atau gambar tanaman sebagai latar belakang
  • Tempatkan akuarium yang bebas dari lalu lintas orang, tidak terkena matahari, dekat stop kontak dan posisiyang enak dipandang

     

 

 

Hak Cipta 2003, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s