Teknik Pembenihan Ikan Papuyu (Anabas testudineus Bloch)

26/06/03 – Informasi: Teknologi
I.   Teknik Pembenihan Ikan Papuyu (Anabas testudineus Bloch)

PENDAHULUAN

Ikan Papuyu merupakan ikan lokal air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan digemari oleh masyarakat Kalimantan terutama masyarakat Kalimantan Selatan, tetapi belum banyak dibudidayakan. Untuk itu diperlukan usaha pembenihan guna kontinuitas suplai benih yang memenuhi syarat kualitas dan kuantitasnva.
Usaha pembenihan bertujuan untuk menghasilkan benih dalam jumlah besar, sehingga tidak tergantung pada ketersediaan di alam yang pada akhirnya dapat menunjang kegiatan usaha pembesaran dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani ikan sekaligusdapat menunjang peningkatan produksi budidayanya. Juga turut serta dalam upaya pelestarian plasma nuftah pada umumnya dan khususnya ikan Papuyu.

BIOLOGI IKAN PAPUYU


Sistematika menurut Hasannudin Saanin (1984) sebagai berikut :
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei
Ordo : Labytinthichi
Famili : Anabantidae
Genus : Anabas
Species : Anabas testudineus Bloch

Nama Daerah : Betik Jawa dan Sunda, Papuyu (Banjarmasin), Puyu (Malaya) dan Kalimantan Timur, Geteh-geteh (Manado).

Nama Umum : Walking Fish atau Climbing Perch.

PEMBENIHAN

Tahapan kegiatan pembenihan ikan Papuyu meliputi seleksi induk. pemijahan. penetasan telur dan pemeliharan larva.

1. Seleksi Induk

a. Ciri-ciri induk jantan dan betina


Betina :

  • Tubuh gemuk dan lebar kesamping,
  • Warna badan agak gelap,
  • Sirip punggung lebih pendek,
  • Bagian bawah perut agak melengkung,
  • Jika matang gonad pada bagian perut diurut akan keluar telur,
  • Alat kelamin berwarna kemerah-merahan.

Jantan :

  • Tubuh ramping dan panjang,
  • Warna badan agak cerah,
  • Sirip punggung lebih panjang,
  • Bagian bawah perut rata,
  • Jika perut diurut akan keluar cairan sperma berwarna putih susu.

b. Beberapa persyaratan induk

  • Ukuran induk betina yang ideal diatas 90 gram dan jantan diatas 30 gram,
  • Badan terlihat segar (tidak cacat) dan gerakannva lincah,
  • Mampu menghasilkan telur dalam jumlah cukup banyak,
  • Umur induk lebih dari 10 bulan,
  • Pertumbuhannya cepat.

2. Pemijahan

a. Bahan dan alat

  • Induk ikan papuyu yang matang gonad
  • Ovaprim
  • Aquabidest
  • Akuarium ukuran 60 x 40 x 45 cm
  • Alat suntik
  • Alat aerasi (Hi-Blow/Aerator)
  • Baskom, serok senter dan timbangan

b. Perlakuan

Ikan Papuyu memijah sepanjang musim penghujan, pada saat musimnya mampu memijah 2 – 3 kali dengan jumlah telur (fekunditas) 5.000 – 15.000 butir. Pemijahan dilakukan dengan induced breeding (kawin suntik) menggunakan hormon ovaprim, dosis penyuntikan 0,5 cc/kg induk. Perbandingan 1: 1 (dalam berat). Pemijahan dapat dilakukan di akuarium atau fibre glass. Penyuntikan secara intramuscular pada otot punggung induk. Induk betina 2 kali penyuntikan dan induk jantan 1 kali penyuntikan. Interval waktu penyuntikan I ke penyuntikan II adalah 6 jam. Penyuntikan induk jantan bersamaan pada saat penyuntikan II induk betina. Proses terjadinya ovulasi tanpa dilakukan stripping (pemijahan secara alami).

3. Penetasan Telur

Setelah penyuntikan II induk betina, maka ovulasi akan terjadi 5 jam berikutnya. Telur akan menetas dalam waktu 20 – 24 jam pada suhu 260C atau akan menetas dalam waktu 12 jam pada suhu 300C. Prosentase dari telur yang dibuahi sekitar 95% dengan daya tetas (HR) 95%. Penetasan telur bisa langsung di akuarium atau langsung ke tempat Pendederan I jika sudah siap.

4. Pemeliharaan Larva

Larva yang baru menetas tidak perlu diberi makanan tambahan sebab masih mempunyal cadangan makanan dari kantong kuning telur (yolk egg).Setelah larva berumur 4 hari diberi makanan tambahan berupa suspense kuning telur. Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari (pagi, siang dan sore) selama 10 hari. Setelah itu bisa diberikan makanan pellet yang dihaluskan. Masa kritis larva terjadi pada saat hari ke-7 sampai hari ke-14. Pendederan larva dilakukan di kolam semi permanen, dimana kolam tersebut terlebih dahulu dilakukan pengolahan lahan dengan diberi dosis pupuk dan kapur sesuai anjuran.

Pemeliharaan ini selama 45 hari dengan padat tebar 50 ekor/m . Selama masa pemeliharaan 45 hari benih ikan diberi pakan tambahan berupa pellet yang dihancurkan sebanyak 10 – 20% per hari dengan frekuensi pemberian 2 kali/hari. Umur 45 hari sudah mencapai benih ukuran 1 – 3 cm, dan benih bisa dipanen untuk di tebar ke kolam pendederan berikutnya.



Hak Cipta 2003, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

II. Artifical propagation and culture of climbing perch (Anabas testudineus
Bloch, 1792) in the Mekong Delta
2006

Posted by: admin
Posted on : 08/06/2008
Duong Nhut Long, Lam My Lan, Nguyen Anh Tuan & Jean-Claude Micha (2006). Artifical propagation and culture of climbing perch (Anabas testudineus Bloch, 1792) in the Mekong Delta.
Meded. Zitt. K. Acad. Overzeese Wet. Bull. Séanc. Acad. R. Sci. Outre-Mer 52 (3) 2006, papes
279-302.

Abstract:
Climbing perch is a new freshwater species for fish culture that has been developed recently in an intensive system. The results show that the brood stock of climbing perch reach maturation after 50-60 days and that artificial spawning can be easily stimulated by hormones’ injection (0.8 mg/kg of
common carp’s pituitary gland, 3,000 UI/kg of HCG and 50 μg/kg of LH-RHa). As far as weight gain is concerned, the final body weight of climbing perch after 6 months is 66 g/fish at high starting density (50 fish/m2) but lower than 72 g/fish at weaker density (30 fish/m2). The total fish biomass obtained was (24,600 kg/ha at weaker density (30 fish/m2) compared to 21,300 kg/ha. However, the cost ratio benefit and cost ratio profit were lower (1.56 and 0.56) at weak starting density compared to a higher density (1.64 and 0.64). Therefore, the results provide precious information for fish farmers so that they can choose their culture strategy.

http://www.ctu.edu.vn/colleges/aquaculture/english

III. Effects of some Artificial diets on the Growth Performance, Survival Rate and
Biomass of the fry of climbing perch, Anabas testudineus (Bloch, 1792 klikdisini

About these ads

22 responses to “Teknik Pembenihan Ikan Papuyu (Anabas testudineus Bloch)

  1. boleh bantu saya yer iswadi

  2. A,kum…
    Iswadi saya drai Malaysia ingin menghasilkan benih puyu dan baung..boleh hantarkan saya maklumat teknik2 pembenihannya

    azmi
    hp 6012-2613864

  3. walaikum salam

    Senang sekali kalau bisa bantu,,,,,,,,,,pembenihan ikan baung tidak begitu sulit………bisa chat aja, yahoo ID : mbah37

  4. A,kum iswadi

    alamat Yhaoo Massenger kamu apa..
    Bila mahu online??….

    saya zemidragon@yahoo.com
    Kita chat annati yer

  5. ingin mengetahui cara pembenihan puyu ..

  6. as.kum
    saya mohon informasi ttg pemeliharaan ikan sepat siam dan pepuyuhdari bibit dan tata cara dan format kolam yg boleh ukuran standard.
    syaftand@yahoo.co.id

  7. salam kenal, saya dr banjar baru, meski saya berdomisili di daerah bjb namun saya belum tau persih untuk mendapatka bibit ikan papuyu yg ada di mandi angin, bisa bantu saya mas, sebelumnya saya ucapkan terimakasih,,,,,,,,

  8. MOHAMMAD HUSEN NOOR

    bisa saya diberikan materi ttg budidaya ikan papuyu ?
    Saya lhr di negara, tinggal di Cibubur, apa ada yg bisa supplai ikan papuyu untuk dipasarkan di Jakarta?

  9. ass. mas iswadi saya pemancing mania papuyu kalau dijakarta dan banten dimana berada saya kejar koleksi saya cukup lumayan 200-300 kg / ekor atau 1 kilo 3-4 ekor. saat ini tinggal 40 ekor tadinya 265 ekor. ada jantan dan betina saya campur dalam kolam ikan 3 x 1 meter ketinggian air 45-50 cm. pertanyaannya apakah bisa berkembang biak secara alami seperti di alam liarnya?…. trims…

  10. ass. mas iswadi saya pemancing mania papuyu kalau dijakarta dan banten dimana berada saya kejar koleksi saya cukup lumayan 200-300 kg / ekor atau 1 kilo 3-4 ekor. saat ini tinggal 40 ekor tadinya 265 ekor. ada jantan dan betina saya campur dalam kolam ikan 3 x 1 meter ketinggian air 45-50 cm. pertanyaannya apakah bisa berkembang biak secara alami seperti di alam liarnya?…. trims… 7314334 tangerang

  11. Saya memproduksi bibit papuyu dlm jumlah besar. Info.081349600349

  12. ikan puyu ini adlh ikan kesukaan sy… wah kalau di goreng, gurriiiiihhhh skli aplg di gulai wah muanthaaab! nuikmaaaat bunageet. diderah sy cukup banyak terdapat terutama didaerah rawa2, persawahan dan tali air. sy pemancing berat utk ikan jenis ini…. hehe heeee. sy tertarik utk membudidayakannya..
    t ksh sobat. wasslm

  13. tolong bagaimana cara pembibitan ikan papuyu dan dimana membeli obat untuk penyuntikannya.
    terima kasih atas bantunya

  14. salam..saya pelihara ikan puyu didalam tangki akuarium..tp selepas 8 hr banyak mati..dalam 90%. bagaimana caranya bisa saya hindari kematian itu. terima kasih atas bantunya.

  15. tolong info tempat pembelian bibit ikan pepuyu.SUBLI DISAMARINDA,TELP 081808214779

  16. Ass,
    Saya sangat tertarik untuk membudidayakan ikan papuyu, di mana bisa mendapatkan bibitnya? Terima kasih.

  17. Askum,
    Menurut mas Iswadi kira2 apa saja kendala atw hambatan yg mgkn terjadi pd wkt pembenihan papuyu? truz gmn jg kira2 utk solusi na… thx alot!

    @hasan (amt) bisa disimak link berikut ini n smoga cukup m’bantu ;-);
    http://kalsel.antaranews.com/berita/3804/hst-menjadi-sentra-pembenihan-ikan-papuyu

  18. nouna nuerul vaneella

    . bisa bantu saya pak iswadi karna saya ingin pembibitan dan di mana mmembeli peralatan nya dan alat suntik nya
    terima kasih

  19. saya sangat tertarik dengan budidaya ikan pepuyu dan ingin belajar langsung dengan anda

  20. Agus soporudin

    saya mau belajar tekhnik budidaya ikan papuyu

  21. Jual bibit papuyu dan lele, wilayah kalimantan selatan..!
    +6285251020447 atas nama riza di barabai, HST.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s