Pembesaran Ikan Lele ( Clarias sp. )
26/02/08 – Informasi: Teknologi
Pembesaran Ikan Lele ( Clarias sp. )
Pembesaran Ikan Lele (Clarias sp.)
PERSIAPAN LAHAN
PENGERINGAN KOLAM
-
Tujuan pengeringan untuk meningkatkan produksi, memperbaiki pematang, juga merupakan salah satu bentuk kontrol alami terhadap pengganggu ataupun predator, dan menyebabkan terjadinya mineralisasi dari kandungan organik dan mengoksidasi asam organik.
-
Lamanya pengeringan ini tergantung pada keadaan cuaca, lamanya pengeringan atau penjemuran tergantung pada cuaca. Jika cuaca baik, pengeringan dasar kolam cukup selama 2-3 hari.
-
Setelah dikeringkan dilakukan pembuangan lumpur yang menumpuk di dasar kolam sehingga ketebalan lumpur dari 20-30 cm menjadi 10-15 cm. Lumpur yang terbuang digunakan untuk menutupi kebocoran yang ada pada pematang.
PENGELOLAAN KOLAM
1) Penebaran Benih
-
Dalam proses penebaran aklimatisasi perlu dilakukan dalam rangka penyesuaian ikan dari suatu lingkungan (keadaan) ke lingkungan yang baru atau lingkungan yang berbeda.
-
Penebaran benih ini biasanya dilakukan pada pagi hari sekuar pukul 07.00-08.00, ini karena pada pagi hari suhu belum terlalu tinggi.
-
Padat penebaran benih tergantung pada ukuran kolam, ukuran ikan yang ditanam, serta lama masa pemeliharaan. Pada ukuran lebih besar dari 5 cm, lele dapat ditebar dengan kepadatan 5-8 ekor/m2 dan untuk benih berukuran 1-3 cm dapat ditebar dengan kepadatan 10 ekor/m2. Kepadatan ini dapat ditingkatkan apabila dikelola secara lebih intensif.
-
Pada kegiatan pembesaran secara tradisional makanan alami merupakan makanan utama, sedangkan pada kegiatan yang lebih intensif diberikan makanan tambahan.
-
Makanan tambahan ini dapat berupa sisa-sisa dapur, dedak ataupun bangkai. Selain itu juga diberikan cacahan daging bekicot dan pelet yang berkadar protein sekitar 20 -25 %.
-
Makanan tanbahan diberikan dengan disebar secara merata. Makanan diberikan sekitar 2 kali sehari. Jumlah makanan yang diberikan setiap hari sekitar 2-3% dari bobot tubuhnya.
3) Pergantian Air
Pergantian air dapat dilakukan sekitar 1-2 minggu sebanyak 10-30 %.
4) Hama dan Penyakit
Penyakit merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian.
5) Pemanenan
-
Pemanenan biasanya dapat dilakukan setelah bobotnya mencapai sekitar 300 gram per ekor.
-
Biasanya dapat dicapai setelah masa pemeliharaan sekitar 8-12 bulan.
-
Pemanenan total dapat dilakukan pada pagi hari.
-
Pada mulanya air kolam diturunkan ketinggiannya hingga mencapai sekitar 10-15 cm.
-
Ikan dapat dipanen dengan menggunakan jaring atau serok, selanjutnya ditempatkan ke dalam wadah, misalnya ember, yang berisi air jernih.
Sumber : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Ditjen KP3K
|
Categories: Uncategorized
4 responses so far ↓
adikhresna // July 2, 2008 at 10:43 pm |
Hai…. Salam kenal Kang
Rere // January 25, 2009 at 12:08 am |
pgn sharing lbh byk nih mas.. oya, aku mahasiswi perikanan unsud pwkerto, smest 8.
yusuf // March 19, 2009 at 2:41 am |
bagaimanabudidaya ikan lele yg efektif
yue // September 3, 2009 at 6:59 am |
lam kenal, moga isa sering sring ma mas, aku mahasiswi perikanan budidaya IPB smstr 5, gy banyak bahas masalah ikan. makasi artikelna..