Iswadi

Pembenihan Nila Merah (Oreochromis sp) dalam Bak Semen

April 28, 2008 · 2 Comments

[ kembali ]
12/10/04 – Informasi: Teknologi
Pembenihan Nila Merah (Oreochromis sp) dalam Bak Semen

Pembenihan Nila Merah dalam Bak Semen

Pematangan Gonad Induk

Induk nila merah dimatangkan gonadnya dalam bak semen berukuran (10 x 5 x 1 m3 dengan ketinggian air 0,8 m dan kepadatan 2 – 3 ekor/m3. Bak dilengkapi dengan aerasi dari blower sebanyak 10 titik per bak dengan kadar oksigen minimal mencapai 5 ppm. Bak diberi atap dengan tujuan untuk mengurangi sinar matahari yang masuk sehingga dapat menekan laju tumbuh plankton.

Pergantian air dilakukan sebanyak 20% tiap dua hari. Pemeliharaan induk untuk pematangan gonad dilakukan secara terpisah antara jantan dan betina. Pakan yang diberikan berupapellet komersial untuk induk dengan kadar protein minimal 30% sebanyak 3% dari total biomassa dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore.

Seleksi Induk

Pengambilan induk yang matang gonad dilakukan setelah pemeliharaan selam 15 hari dengan cara menyeleksi. Induk betina diseleksi berdasarkan bentuk perutnya, yakni bagian perut kelihatan buncit, lembut bila diraba dan beratnya minimal 400 g/ekor. Sedangkan induk jantan diseleksi berdasarkan ukuran berat dan kondisi induk.

Pemijahan

Pemijahan ikan nila dilakukan secara alami dengan mencampurkan induk jantan dan betina hasil seleksi ke dalam bak semen (ukuran 10 x 5 x 1 m3), bak yang digunakan adalah bak yang tidak diberi atap dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai sumber pakan alami bagi larva setelah menetas. Perbandingan induk jantan dan betina dalam pemijahan adalah 1 : 3. Bak pemijahan juga dilengkapi dengan aerasi sebanyak 10 titik. Lama pemijahan 15 hari dan panen larva dilakukan setelah hari ke 15. Selama pemijahan induk diberi pakan pellet induk sebanyak 1% dari biomassa dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.

Panen Larva

Pemanenan larva dilakukan dengan cara mengurangi air bak hingga ketinggian 20 cm. Induk ditangkap terlebih dahulu dengan jaring induk (mesh size >0,5 inchi) dan dipisahkan antara jantan dan betina untuk dimatangkan gonadnya kembali. Larva nila merah yang baru menetas mempunyai panjang 2 mm dengan berat rata-rata 0,02 mg/ekor. Penangkapan larva dilakukan dengan jaring larva (mesh size < 1 mm) sampai habis dan dihitung untuk mencari jumlah total larva yang dihasilkan dan selanjutnya dimasukkan dalam bak pendederan.

Pendederan

Pendederan larva dilakukan dalam bak semen dengan ukuran (6 x 2 x 1 m3) dengan ketinggian air 0,8 cm. Lama pemeliharaan 30 hari dan diberikan pakan pellet komersial dengan kadar protein minimal 28% dengan cara menambah ukuran pellet setiap tahapan ukuran larva. Pakan tepung untuk pemeliharaan larva pada minggu pertama, pakan crumble 1 (butiran) untuk minggu ke 2 dan crumble 3 untuk minggu ke 3 dan 4. Jadi pemberian pakan dilakukan dengan variasi 100% dari total biomassa pada minggu pertama, 75% pada minggu ke 2 dan 30% pada minggu ke 3 dan 4, frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali sehari.

Panen Benih

Sebelum dilakukan pemanenan, benih tidak diberikann pakan selama satu hari. Pemanenan dilakukan dengan cara menjaring benih dalam bak dan selanjutnya panen total dengan cara mengeringkan bak.

Benih hasil panen diseleksi berdasarkan ukuran pasaran yaitu 1 – 3 cm, 3 – 5 cm dan 5-8 cm. Untuk mengurangi stress seleksi benih dilakukan menggunakan alat bantu berupa ember atau keranjang berlubang (grader). Lubang dengan diamtere 4 mm untuk benih 3 – 5 cm dan 8 mm untuk ukuran 5 – 8 cm.

Hasil seleksi ditampung dalam wadah terpisah berdasarkan ukuran dan siap untuk didistribusikan.

Biaya Tetap
Biaya Konstruksi
1 buah bak pemijahan volume 50 ton
Rp. 12.000.000
3 buah bak pematangan gonad 25 ton
Rp. 21.000.000
6 buah bak pendederan volume 12 ton
Rp. 30.000.000
Induk 100 kg
Rp. 1.500.000
Total biaya konstruksi
Rp. 64.500.000
Biaya penyusutan 10%
Rp. 6.450.000
Total
Rp. 70.950.000
Peralatan
1 unit blower 90 watt
Rp. 300.000
1 unit instalasi udara
Rp. 270.000
1 unit jaring induk
Rp. 100.000
1 unit jaring larva
Rp. 75.000
1 unit peralatan lapangan
Rp. 597.000
Total biaya peralatan
Rp. 1. 342.000
Biaya penyusutan 10%
Rp. 134.200
Total
Rp. 1.476.200
Biaya Operasional 1 siklus
Pakan induk 40 kg
Rp. 140.000
Pakan benih 20 kg
Rp. 70.000
Tenga kerja 3 orang
Rp. 600.000
Biaya listrik 1 bulan
Rp. 100.000
Peralatan pengemas benih
Rp. 200.000
Total
Rp. 1.110.000

Pendapatan

1 siklus (1 bulan)

Asumsi :

  1.  
    1. SR 80%
    2. 10 % ukr < 3- 5 cm ; 70% ukr 3 – 5 cm; 20% ukr 5 – 8 cm

Hasil :

  1.  
    1. 80% x 30.000 ekor = 24.000 ekor
    2. 70% x 24.000 ekor = 16.800 ekor
    3. 20% x 24.000 ekor = 4.800 ekor

Nilai jual :

  1.  
    1. 16.800 ekor @ Rp. 60,- = Rp. 1.008.000,-
    2. 4.800 ekor @Rp. 100,- = Rp. 480.000,-

Total nilai jual per tahun (12 siklus) : Rp. 1.488.000 x 12 = Rp. 17.856.000,-

Informasi lebih lanjut hubungi :

Balai Budidaya Air Tawar Jambi

Desa Sungai Gelam Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi 36361 Indonesia PO. BOX 78 Jambi 36000 telp. (0741) 54472 ; email : bbatj@indo.net.id

 

 



Hak Cipta 2003, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Categories: Uncategorized

2 responses so far ↓

Leave a Comment