12/10/04 – Informasi: Teknologi
Pembenihan Nila Merah (Oreochromis sp) dalam Bak Semen

Pembenihan Nila Merah dalam Bak Semen
Pematangan Gonad Induk
Induk nila merah dimatangkan gonadnya dalam bak semen berukuran (10 x 5 x 1 m3 dengan ketinggian air 0,8 m dan kepadatan 2 – 3 ekor/m3. Bak dilengkapi dengan aerasi dari blower sebanyak 10 titik per bak dengan kadar oksigen minimal mencapai 5 ppm. Bak diberi atap dengan tujuan untuk mengurangi sinar matahari yang masuk sehingga dapat menekan laju tumbuh plankton.
Pergantian air dilakukan sebanyak 20% tiap dua hari. Pemeliharaan induk untuk pematangan gonad dilakukan secara terpisah antara jantan dan betina. Pakan yang diberikan berupapellet komersial untuk induk dengan kadar protein minimal 30% sebanyak 3% dari total biomassa dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore.
Seleksi Induk
Pengambilan induk yang matang gonad dilakukan setelah pemeliharaan selam 15 hari dengan cara menyeleksi. Induk betina diseleksi berdasarkan bentuk perutnya, yakni bagian perut kelihatan buncit, lembut bila diraba dan beratnya minimal 400 g/ekor. Sedangkan induk jantan diseleksi berdasarkan ukuran berat dan kondisi induk.
Pemijahan
Pemijahan ikan nila dilakukan secara alami dengan mencampurkan induk jantan dan betina hasil seleksi ke dalam bak semen (ukuran 10 x 5 x 1 m3), bak yang digunakan adalah bak yang tidak diberi atap dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai sumber pakan alami bagi larva setelah menetas. Perbandingan induk jantan dan betina dalam pemijahan adalah 1 : 3. Bak pemijahan juga dilengkapi dengan aerasi sebanyak 10 titik. Lama pemijahan 15 hari dan panen larva dilakukan setelah hari ke 15. Selama pemijahan induk diberi pakan pellet induk sebanyak 1% dari biomassa dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.
Panen Larva
Pemanenan larva dilakukan dengan cara mengurangi air bak hingga ketinggian 20 cm. Induk ditangkap terlebih dahulu dengan jaring induk (mesh size >0,5 inchi) dan dipisahkan antara jantan dan betina untuk dimatangkan gonadnya kembali. Larva nila merah yang baru menetas mempunyai panjang 2 mm dengan berat rata-rata 0,02 mg/ekor. Penangkapan larva dilakukan dengan jaring larva (mesh size < 1 mm) sampai habis dan dihitung untuk mencari jumlah total larva yang dihasilkan dan selanjutnya dimasukkan dalam bak pendederan.
Pendederan
Pendederan larva dilakukan dalam bak semen dengan ukuran (6 x 2 x 1 m3) dengan ketinggian air 0,8 cm. Lama pemeliharaan 30 hari dan diberikan pakan pellet komersial dengan kadar protein minimal 28% dengan cara menambah ukuran pellet setiap tahapan ukuran larva. Pakan tepung untuk pemeliharaan larva pada minggu pertama, pakan crumble 1 (butiran) untuk minggu ke 2 dan crumble 3 untuk minggu ke 3 dan 4. Jadi pemberian pakan dilakukan dengan variasi 100% dari total biomassa pada minggu pertama, 75% pada minggu ke 2 dan 30% pada minggu ke 3 dan 4, frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali sehari.
Panen Benih
Sebelum dilakukan pemanenan, benih tidak diberikann pakan selama satu hari. Pemanenan dilakukan dengan cara menjaring benih dalam bak dan selanjutnya panen total dengan cara mengeringkan bak.
Benih hasil panen diseleksi berdasarkan ukuran pasaran yaitu 1 – 3 cm, 3 – 5 cm dan 5-8 cm. Untuk mengurangi stress seleksi benih dilakukan menggunakan alat bantu berupa ember atau keranjang berlubang (grader). Lubang dengan diamtere 4 mm untuk benih 3 – 5 cm dan 8 mm untuk ukuran 5 – 8 cm.
Hasil seleksi ditampung dalam wadah terpisah berdasarkan ukuran dan siap untuk didistribusikan.
| Biaya Tetap |
|
Biaya Konstruksi
|
| 1 buah bak pemijahan volume 50 ton |
Rp. 12.000.000
|
| 3 buah bak pematangan gonad 25 ton |
Rp. 21.000.000
|
| 6 buah bak pendederan volume 12 ton |
Rp. 30.000.000
|
| Induk 100 kg |
Rp. 1.500.000
|
| Total biaya konstruksi |
Rp. 64.500.000
|
| Biaya penyusutan 10% |
Rp. 6.450.000
|
| Total |
Rp. 70.950.000
|
|
Peralatan
|
| 1 unit blower 90 watt |
Rp. 300.000
|
| 1 unit instalasi udara |
Rp. 270.000
|
| 1 unit jaring induk |
Rp. 100.000
|
| 1 unit jaring larva |
Rp. 75.000
|
| 1 unit peralatan lapangan |
Rp. 597.000
|
| Total biaya peralatan |
Rp. 1. 342.000
|
| Biaya penyusutan 10% |
Rp. 134.200
|
| Total |
Rp. 1.476.200
|
|
Biaya Operasional 1 siklus
|
| Pakan induk 40 kg |
Rp. 140.000
|
| Pakan benih 20 kg |
Rp. 70.000
|
| Tenga kerja 3 orang |
Rp. 600.000
|
| Biaya listrik 1 bulan |
Rp. 100.000
|
| Peralatan pengemas benih |
Rp. 200.000
|
| Total |
Rp. 1.110.000
|
Pendapatan
1 siklus (1 bulan)
Asumsi :
-
- SR 80%
- 10 % ukr < 3- 5 cm ; 70% ukr 3 – 5 cm; 20% ukr 5 – 8 cm
Hasil :
-
- 80% x 30.000 ekor = 24.000 ekor
- 70% x 24.000 ekor = 16.800 ekor
- 20% x 24.000 ekor = 4.800 ekor
Nilai jual :
-
- 16.800 ekor @ Rp. 60,- = Rp. 1.008.000,-
- 4.800 ekor @Rp. 100,- = Rp. 480.000,-
Total nilai jual per tahun (12 siklus) : Rp. 1.488.000 x 12 = Rp. 17.856.000,-
Informasi lebih lanjut hubungi :
Balai Budidaya Air Tawar Jambi
Desa Sungai Gelam Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi 36361 Indonesia PO. BOX 78 Jambi 36000 telp. (0741) 54472 ; email : bbatj@indo.net.id
|
2 responses so far ↓
Rico Wisnu BDP 44 // October 27, 2008 at 1:04 pm |
Kak saya mau usaha ikan .Kr2 yg paling gampang dan harga jual tinggi itu ikan apa kak?
zein kautsar // November 5, 2008 at 12:28 am |
pak iswadi….
saya ingin mengetahui cara pembenihan ikan kerapu.
terimakasih.